Rektor dan sivitas akademika UIN STS Jambi memperingati Hari Lahir Pancasila
Rektor beserta civitas akademika mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan
Pemasangan Kalung Guru Besar Prof. Dr. H. Su'aidi, MA., Ph.D.
Gedung Laboratorium Terpadu UIN STS Jambi
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Terpadu
Rektor Terima SK UIN STS

'Target Awal 2013 sudah berjalan, Menunggu Keputusan Final dari Tim Visitasi'

Pada Jum’at (26/7) lalu bertempat di Aula serbaguna Pascasarjana, IAIN adakan pertemuan Visitasi. Pertemuan ini dihadiri oleh Gubernur Jambi yang diwakili Sekretaris Daerah Ir. Syahrasaddin, Tim Visitasi dari Pusat Prof. Dr.  H. Muhaimin, MA., Guru besar pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ditunjuk Direktur Diktis Kemenag RI untuk menjadi salah satu Tim Visitasi Program S3 di Jambi beserta Drs. Mustakim, M.Pd., Kasubdit Akademik direktorat Diktis Kemenag RI., Pembantu Rektor II, Direktur Pascasarjana, Dekan Fak. Ushuluddin, Dekan Fak. Tarbiyah, Dekan Fak. Adab, Guru Besar, dosen dan karyawan dilingkungan IAIN STS Jambi.

Visitasi Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Islam Program Pascasarjana IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ini adalah kelanjutan tahapan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah dinilai, apa yang sudah dikaji oleh Tim Sidak. Konteks Visitasi itu adalah tahapan akhir, tapi bukan akhir betul, melainkan tahapan akhir untuk membuktikan kesungguhan, kemudian data-data dan informasi yang tertuang dalam proposal yang sudah dinilai Tim 4 bulan yang lalu.

 

“Harapan terwujudnya Program Doktor (S3) di IAIN STS Jambi telah ditampilkan dan dikedepankan oleh Tim Persiapan pendirian Program Doktor IAIN. Tim telah bekerja cukup lama sesuai dengan kemampuan yang dimiliki yang saya kira sudah cukup foul out  pekerjaannya, kita tidak mengada-ngada, tidak menambah-nambah, tidak membuat-buat sesuatu yang kita tidak punyai dan itulah yang kita sampaikan dalam proposal yang sudah disampaikan kepusat. Tetapi perjalanan beberapa bulan sampai Visitasi saat ini tentu mungkin ada sesuatu yang dapat memperkuat posisi proposal kami, oleh karena itu dalam hal ini kami akan siap menerima saran dan masukan dari Tim Visitasi pusat jika ada sesuatu hal yang pantas atau layak kami lakukan akan kami lakukan, besar harapan Semoga Program Doktor (S3) ini terwujud”, kata Rektor Dr. H. Hadri Hasan, MA.

 

Beberapa bulan yang lalu IAIN mendapat dukungan dari Gubernur Jambi walaupun baru secara lisan, beliau mendukung penuh berdirinya program S3 di IAIN, tetapi mungkin agak terlambat mengajukan permohonan tertulis itu, maka dukungan tertulis itu belum IAIN peroleh dan sebagai wujud dukungan itu Rektor mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur yang mewakilkan Sekda untuk hadir dalam pertemuan Visitasi ini. Mungkin ini sebagai sarat atau bukti bahwa kesungguhan Pemda dengan IAIN. “Mungkin agak berbeda pada sejarah yang sebelumnya pada saat ini memang kami cukup aktif melakukan pendekatan kepada Pemda, karena kami merasa bahwa kebutuhan perkembangan suatu perguruan tinggi itu bukanlah beban tradisi dari perguruan tinggi itu sendiri, tetapi adalah tanggung jawab segenap masyarakat khususnya unsur pimpinan didaerah ini. Agar terwujudnya sebuah lembaga tempat kita membina generasi kedapan yang menjadikan penerus perjuangan”, kata Rektor lagi. 

 

Dalam pertemuan ini, Pemerintah Provinsi Jambi diminta komitmennya dalam rangka untuk melakukan percepatan pendirian program S3 tersebut. Komitmen yang akan diberikan berupa dukungan pembiayaan dan anggaran yang akan dialokasikan 1 hingga 2 miliar dan dana tersebut direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi.

 “Atas nama Gubernur Jambi, untuk menyampaikan bahwa kita mendukung upaya ini, kalau bisa dipercepat, dan sudah disampaikan pada Direktur Pascasarjana IAIN untuk untuk mempercepat proposalnya, sedangkan Bantuan yang akan kita berikan sebesar Rp 1 hingga 2 M dari APBD. Tapi juga harus persetujuan dewan terlebih dahulu,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jambi,  Ir. Syahrasaddin seusai rapat Visitasi program studi doktor di IAIN STS Jambi. 

“Saya yakin, dewan juga menyetujui pendirian program ini,  Pak Gubernur sudah komitmen dan insyallah dewan akan mendukung karena ini aset daerah, semakin banyak intelektual kita semakin bagus”, tambah Sekda.  

Ir. Syahrasaddin selaku sekretaris daerah dan selaku TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) mengatakan pengajuan ini belum terlambat. Bantuan pendamping 1 sampai 2 Miliar insyallah akan di upayakan apalagi itu sudah merupakan permintaan Gubernur. Pendidikan itu merupakan prioritas yang kedua bagi pemerintah provinsi jambi khususnya bagi HBA dan Fakhrori Umar.

Tahun ini Pemda akan memberikan beasiswa untuk S1 + 2.130 orang, S2 direncanakan 300-350 orang, dan S3 150-200 orang, jadi yang mendapat beasiswa ada yang sifatnya program dan insidental (waktu tertentu saja). “Untuk yang sifatnya Program, yang bersangkutan diberi beasiswa 100 juta dalam 1 – 3 tahun, tujuannya untuk mendorong masyarakat untuk S3”, tambah Sekda lagi.

 

“Keinginan Bapak Gubernur jangan bapak ragukan apalagi hanya sekedar masalah uang, sebab jambi sudah meranjat dari kemampuan keuangan sedang ke keuangan tinggi , karena sekarang perubahan dianggaran kita mencapai 2,8 Triliun, insyallah dengan kemampuan keuangan seperti itu pengalokasian anggaran terutama untuk pendidikan akan terpenuhi. Ini merupakan tanggung jawab kita semua dan kedepan saya minta kepada Prof. Dr. H. Muhaimin, MA selaku Tim Visitasi Program Doktor dari Direktorat Jendral Dikti Islam untuk meyakinkan juga pada Tim itu, bahwa Jambi siap, Profesornya siap, tempatnya siap dan uangnya siap. Bahan baku ada 500 alumni, 400 sedang berjalan, yakinlah Gubernur HBA sangat mendukung wabilkhusus IAIN Jambi untuk mengembangkan Program S3-nya”, Tegas Sekda.

 

Senada, Rektor  IAIN STS Jambi,  Dr. H. Hadri Hasan, MA juga menyampaikan  pertemuan ini merupakan rapat tahap akhir pendirian Program S3 itu. Saat ini, tahapan berikutnya tinggal dinilai oleh pihak pusat. Bahkan Rektor meyakini bahwa IAIN telah siap untuk mendirikan program S3 itu. “Menyangkut semua persiapan sudah dituangkan dalam proposal, jadi sekarang tinggal dinilai, minimal sudah yakin siap untuk melaksanakan Program S3, kalau tidak siap kami tidak berani mengajukan proposal tersebut”, jelas Rektor.

“Bentuk kesiapan itu ada item-itemnya, siap dari segi human resources-nya, kemudian Guru Besarnya, Prasarana, kurikulum, semua item-item itu sudah tertuang dalam proposal. Sedangkan prodi yang dibuka yaitu Prodi Pendidikan Islam, karena prodi ini peminatnya lebih banyak dari segi marketingnya, dan kita tidak bisa membuat prodi yang tidak ada peminatnya. Doktor kita cukup banyak dan tidak ada masalah, insyallah apabila keputusan dari Tim Visitasi sudah final, targetnya awal tahun 2013 Program Doktor (S3) ini akan dilaksanakan,”, kata Rektor.

Additional information