Rektor dan sivitas akademika UIN STS Jambi memperingati Hari Lahir Pancasila
Rektor beserta civitas akademika mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan
Pemasangan Kalung Guru Besar Prof. Dr. H. Su'aidi, MA., Ph.D.
Gedung Laboratorium Terpadu UIN STS Jambi
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Terpadu
Rektor Terima SK UIN STS

MakkahMekkah (MCH)--Badan kecil tak membuat jamaah calon haji asal Indonesia patah arang untuk berjuang masuk ke dalam Masjidil Haram yang sudah dipenuhi lautan manusia. Rasa cinta terhadap Allah dan rindu dari Tanah Air untuk melihat kabah, seakan mengalahkan rasa takut berhimpitan dengan orang besar di Masjid.

Perjuangan menuju Tanah Suci yang dinanti hingga tahunan menjadi pemicu mereka berjuang habis-habisan agar bisa melihat kabah dengan mata kepala sendiri. Setidaknya itu yang dilakukan Muawanah jamaah asal Kediri, Jawa Timur.

Muawanah melangkahkan kakinya dengan niat ingin melaksanakan salat maghrib di Masjid yang jika salat di dalamnya mendapat ganjaran 100 ribu kali ini. Tapi, Muawanah kaget begitu melihat masjid yang berada dalam kondisi full.

"Kondisinya sudah penuh jadi saya duduk di luar. Tapi lama kelamaan jamaah semakin banyak akhirnya saya sampai terjepit di antara jamaah hingga 30 menit. Saya mencari udara dari sela-sela orang yang ada," kata Muawanah saat ditemui okezone di kawasan Bundaran Kuday, Makkah, beberapa waktu silam.

Namun, Allah masih sayang dengan Muawanah. Dia akhirnya masih bisa lolos dari himpitan manusia-manusia yang lebih besar dari dirinya. "Saya terus berdoa supaya bisa selamat," kenangnya.

Tak patah arang, Muawanah pun kembali ke Masjid saat salat subuh keesokan harinya. Tak mau terhimpit jamaah, dia datang lebih pagi dari biasanya.

Akhirnya Muawanah memilih lantai dua masjid untuk melaksanakan ibadah. Meski berada agak jauh dari kabah, Muawanah masih bisa tersenyum. Hatinya semakin kuat melihat kabah dari dekat.

"Saya kemudian niatkan untuk mendekati kabah. Setelah itu saya melihat nenek dan kakek yang bisa tawaf akhirnya saya melakukan tawaf," ujar Muawanah yang tergabung dalam kloter 62 SUB ini.

Badannya yang kurus dan tinggi tak lebih dari 150 cm ini tak menghalangi niat Muawanah dan mungkin ribuaan jamaah Indonesia lainnya untuk mendekati kabah yang dirindukan dari Tanah Air. Rasa cinta memang bisa mengalahkan apapun...(ahmad dhani/mch madinah)

Sumber : Website Kementerian Agama RI

Additional information