Rektor dan sivitas akademika UIN STS Jambi memperingati Hari Lahir Pancasila
Rektor beserta civitas akademika mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan
Pemasangan Kalung Guru Besar Prof. Dr. H. Su'aidi, MA., Ph.D.
Gedung Laboratorium Terpadu UIN STS Jambi
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Terpadu
Rektor Terima SK UIN STS

alt“Perjuangan Untuk Kampus Tercinta Dan Seluruh Mahasiswa”
Polemik demokrasi pilrek kampus biru sampai hari ini belum juga menemukan titik terangnya, yang berimbas menimbulkan keresahan, ketidaknyamanan dan kerugian bagi elemen kampus terlebih lagi bagi mahasiswa yang merasa terabaikan setelah sekian lama kampus biru ini tampa sosok kepemimpinan yang jelas. Beberapa kali diadakan aksi mahasiswa untuk menuntut secepatnya penyelesaian polemik ini agar tidak terlarut dalam suasana yang tidak mengenakan dan sangat merugikan ini namun hingga hari ini belum juga ada kejelasan. Hari ini rabu 13/04/11 mahasiswa yang mengatasnamakan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) IAIN STS Jambi yang dikomandoi oleh Awang Azhari (PLT Presiden BEM) kembali mengelar aksinya di depan dan memblokir gerbang kampus IAIN Mandalo sehingga seluruh elemen kampus kurang lebih sekitar 2 jam bertumpuk di halaman gerbang tidak dapat masuk dan di ajak untuk menyaksikan suara mahasiswa yang sangat-sangat peduli terhadap kondidsi kampus yang saat ini tidak menentu. Tuntutan mahasiswa disampaikan oleh orator dalam aksi berbunyi sebagai berikut “Salam demokrasi..salam silaturrahim untuk seluruh rekan-rekan mahasiswa, para dosen, media masa dan elemen yang hari ini peduli terhadap kampus biru. Lama sekali kita mendengar, melihat dan dihadapkan dengan masalah besar, polemik kepemimpinan di IAIN STS Jambi.Pendidikan merupakan hal determinan yang akan menentukan maju atau mundurnya sebuah negara, maka dengan itu IAIN ada, untuk dapat mendistribusikan sumber daya manusia yang nantinya akan mengabdi untuk masyarakat hidup ditengah-tengah masyarakat dan ikut memajukam masyarakat. Lalu bagaimana mungkin hal itu dapat di wujudkan bila para birokrat di institusi pendidikan hanya memikirkan kepentingan konspirasi, kepentingan pribadi tanpa pernah bergumam dan berbuat yang berorientasi untuk memajukan institusi serta mahasiswanya. Melihat kampus kita tanpa pemimpin yang jelas membuktikan bahwa bagaimana tingginya arogansi dan ambisius serta tidak adanya keseriusan untuk memajukan institusi pendidikan ini. Bila permasalahan ini terus berlanjut tak pelak lagi kita selaku mahasiswa IAIN Jambi akan dikorbankan, maka kitameminta permasalahan ini untuk cepat diselesaikan.Mahasiswa tidak akan pernah bergumam tentang siapa yang akan menjad pemimpin kampus ini, mahasiswa hanya menginginkan siapaun yang natinya memimpin kampus biru ini beliau harus dapat membuat kebijakan yang berpihak kepada mahasiswa. Maka dari itu kami mengajak seluruh mahasiswa mari kita bersatu untuk menegaskan: 1). Selesaikan permasalahan polemik Rektor IAIN STS Jambi secepatnya. 2). Kementerian Agama dan para elit IAIN STS Jambi harus bersikap bijak, agar permasalahan ini tidak berlarut dan mengorbankan kampus (Mahasiswa). 3). Kami menuntut siapapun yang sah memimpin kampus biru beliau harus dapat mengakomodir keinginan dan aspirasi mahasiswa diantaranya: ** Mencabut kebijakan syarat kelulusan (Tes Toafel & Tofel, Juz amma, dan TIK) karena itu hanya dijadikanalat komersialisasi dan semua itu telah dilaksanakan dan di selesaikan pada mata kuliyah, jika tetap harus dilaksanakan maka tidak boleh di pungut biaya. **menurunkan tarif nimonal SPP menjadi Rp. 400.000,- dan Praktikum Rp. 200.000,- . 4). Bila mahsiswa dikorbankan dan kebijakan kampus tetap komersil serta menindas, maka kita tidak akan tinggal diam.

Additional information