Rektor dan sivitas akademika UIN STS Jambi memperingati Hari Lahir Pancasila
Rektor beserta civitas akademika mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan
Pemasangan Kalung Guru Besar Prof. Dr. H. Su'aidi, MA., Ph.D.
Gedung Laboratorium Terpadu UIN STS Jambi
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Terpadu
Rektor Terima SK UIN STS

altPerguruan Islam menjadi barometer awal pendidikan Islam, mahasiswa dituntut untuk berbuat, berperilaku sesuai ajaran Islam baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan sekitar mahasiswa. Sebagai agent of change, mahasiswa harus mampu berfikir secara intelektual. “Urgensi seminar ini sebenarnya adalah menyatukan silaturahmi dan berbagi ilmu,” ujar Pembantu Rektor IV Dr. H. M. Yusuf, M.Ed saat membuka acara seminar Serumpun Indonesia-Malaysia di Ruang Aula Lantai III Gedung Rektorat Mendalo kemarin (26/3).

Jika bersungguh-sungguh kita akan melahirkan jati diri mahasiswa muslim yang berpatok pada akhlakul karimah yang dimiliki Rasulullah SAW, tidak terpengaruh cultural shock yang merongrong budaya muslim. Seminar diikuti sekitar 130 peserta dari mahasiswa Malaysia dan Indonesia, pemateri dari Politeknik Sultan Azlan Shah Malaysia dan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Dekan Fakultas Syariah Prof. H.M. Hasbi Umar, Ph.D dalam sambutannya mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moril dalam memberi jawaban atau memberi informasi, karena setiap mahasiswa hendaknya menjadi mahasiswa ideal, yaitu mahasiswa yang memiliki kecenderungan untuk menjadi seorang yang pakar/profesional. Seminar serumpun ini diharapkan dapat saling memberi manfaat, menjalin silahturahmi, serta menguatkan kerjasama institusi, harap Beliau. Seminar yang di adakan Fakultas Syariah mengambil tema Pembentukan Jati Diri Muslim di Kalangan Mahasiswa.(Foto;jadawi)

Additional information