Rektor dan sivitas akademika UIN STS Jambi memperingati Hari Lahir Pancasila
Rektor beserta civitas akademika mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan
Pemasangan Kalung Guru Besar Prof. Dr. H. Su'aidi, MA., Ph.D.
Gedung Laboratorium Terpadu UIN STS Jambi
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Terpadu
Rektor Terima SK UIN STS

alt“Pendidikan itu seperti burung Elang”

 

Islam adalah agama ilmu pengetahuan, oleh karena itu islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Untuk mencapai hal tersebut mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi mengadakan seminar pendidikan yang bertema “Meningkatkan kinerja Guru Madrasah Ibtida’iyah dalam mengembangkan intelektual seorang pendidik di era globalisasi”. Dengan tujuan menjadikan manusia yang berkualitas dimasa akan datang. “Seminar ini bertujuan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, barokah yang bisa diaplikasikan kepada masyarakat. Dapat menjalin silaturrahmi, saling mengenal sesama umat muslim.

Meningkatkan karakter mengajar, keaktifan, kreatifitas mengajar dan menjadi guru madrasah ibtida’iyah profesional yang benar-benar diharapkan dalam masyarakat”, kata Bupati LMJ PGMI Fak. Tarbiyah IAIN STS Jambi Muhammad Soleh dalam sambutannya.

“Adapun seminar ini dilaksanakan karena kami akan banyak belajar dari bapak ibu sekalian, karena nantinya kami dari mahasiswa PGMI insyallah menjadi guru seperti bapak ibu sekalian. Kalau hanya belajar dikampus dan tidak belajar diluar maka tidak akan sempurna ilmu kami”, tambah Soleh lagi.

Peserta seminar berasal dari guru-guru Madrasah Ibtida’iyah diprovinsi Jambi, yaitu perwakilan dari Madrasah Ibtida’iyah Ma. Jambi, MI Tanjabtim, MI Batanghari, serta mahasiswa PGMI IAIN STS Jambi. “Seminar ini Tingkat Provinsi Jambi dalam ruang lingkup kota jambi, Ma. Jambi, batanghari, tanjung jabung timur, sebenarnya 9 kabupaten dan dua kota yang akan diundang mengikuti seminar ini. Tapi contonya, sarolangun, bungo atau tebo itu terlalu jauh, jadi panitia mengambil kesimpulan yang dekat dengan kota jambi saja yang diundang, yang jarak tempuhnya tidak jauh 2 atau 3 jam perjalanan saja”, kata Soleh.

altHadir dalam kesempatan ini, dari Kemenag Prov. Jambi Drs. Soib. M.Pd.I beserta jajaran, perwakilan dari Kemenag kota, Kepala Sekolah Madrasah Ibtida’iyah Ma. Jambi Drs. Erizal. Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN diwakili Pembantu Dekan III Drs. H. Nasrun AR, M.Pd.I. Ketua jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Dr. Minnah Elwida, M.Ag. Sekretaris Jurusan Kartubi, S.Ag.,M.Fil.I, Bendahara jurusan PGMI Rosidah. Wakil Presiden BEM IAIN Wahyu. Gubernur Fak. Tarbiyah Kaspul Anwar, Bupati beserta jajaran LMJ PMGI Fak. Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Sebagai narasumber dalam seminar ini yang pertama, dari Kemenag Provinsi jambi yaitu Drs. Soib, M.Pd.I. Kedua, Guru besar dan dosen Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd, dan yang ketiga, Guru besar dan dosen Fakultas Tarbiyah IAIN STS Jambi Dr. Martinis Yamin, M.Pd. Seminar ini dilaksanakan selama sehari di Auditorium serbaguna IAIN Telanaipura pada 17 juli 2012.

Drs. Martinis Yamin, M.Pd mengatakan Pendidikan itu adalah kebebasan. “Pendidikan itu seperti burung elang, dia sendiri yang menentukan kemana dia mau terbang, dimana dia mau hinggap, menari-nari mencari mangsa. Jadi, berikanlah kebebasan pada anak didik untuk memperoleh pembelajaran, berfikir serta mempergunakan wawasannya sebab orang jadi baik dan sejahtera karena adanya pengetahuan”, jelasnya.

Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan pengaruh positif kepada siswa untuk menghadapinya. Guru dalam pengertian arti umum adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

Guru pada tingkat sekolah dasar/Madrasah Ibtida’yah adalah seseorang yang nantinya akan menanamkan dasar bagi ilmu pengetahuan anak, dan ilmu yang didapatkan pada tahapan ini oleh seorang anak akan sangat mudah dicerna dan diingat terus sebagai bahan atau pedoman bagi anak untuk masa kedepannya. Pendidikan dasar merupakan tahapan pertama siswa memulai proses pendidikan formal. Proses pendidikan pada tahap ini sangatlah penting karena dalam jenjang inilah sekolah harus mampu membentuk karakter dasar siswa. Sebuah lembaga pendidikan dasar yang berkualitas sangat berperan dalam tahapan ini. Salah satu faktor penunjang bagi lembaga pendidikan dasar yang berkualitas adalah guru yang berkualitas.

Guru yang berkualitas adalah guru yang memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran. Ini mencakup metode kesiapan mengajar yang ditunjukkan oleh penguasaan pengetahuan dan ketrampilan mengajar. Kompetensi ini harus dimiliki setiap guru agar tercapai keberhasilan dalam belajar. Selain kompetensi pedagogik guru, motivasi belajar juga merupakan faktor dari keberhasilan belajar.

Kompetensi pedagogik diperlukan karena adanya dua alasan, yaitu bahwa pedagogik sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa pedagogik akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggung- jawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan pedagogik sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan.

“Ahli dalam ilmunya dan terampil dalam menyampaikannya, itulah profesionalitas guru”, tegas Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd. Jadi, untuk meningkatkan kinerja guru profesional diera globalisasi seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal: (a)Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya, (b) Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa,(c) Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi,(d) Guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya, (e) Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah menegaskan bahwa yang dimaksud guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik di jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Disamping itu, di era global saat ini, dituntut adanya fungsi dari keberadaan guru sebagai tenaga profesional, yang mampu meningkatkan martabat serta mampu melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, dan kreatif.

Untuk itu sewajarnyalah profesionalitas guru, harus terkait dan dibangun melalui penguasaan kompetensi-kompetensi yang secara nyata dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas-tugas dan aktivitasnya sebagai guru, sehingga guru dapat menghadapi arus globalisasi dengan efektif dan tanpa ‘ketidakberdayaan’.

Additional information