Rektor dan sivitas akademika UIN STS Jambi memperingati Hari Lahir Pancasila
Rektor beserta civitas akademika mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan
Pemasangan Kalung Guru Besar Prof. Dr. H. Su'aidi, MA., Ph.D.
Gedung Laboratorium Terpadu UIN STS Jambi
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Terpadu
Rektor Terima SK UIN STS

 

alt"Kita Tingkatkan Kinerja dan Profesionalisme Dosen Menuju Kemandirian"

Sertifikasi Dosen merupakan proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi dosen bertujuan untuk: Menentukan kelayakan dosen dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional dan mandiri,  Meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, dan Meningkatkan kesejahteraan dosen, serta meningkatkan martabat dosen dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Memaknai dasar dan tujuan sertifikasi, maka dalam pelaksanaannya baik para dosen peserta sertifikasi, panitia pelaksana maupun instansi yang terkait dengan aktivitas sertifikasi jangan memanfaatkan sertifikasi hanya untuk memperoleh tambahan tunjangan dan pendapatan semata, tetapi semua pihak harus memiliki komitmen dan menunjukkan akuntabilitas kinerjanya yang didasari nilai moral yang tinggi dan menjunjung prinsip akuntabilitas sertifikasi yang jujur, transparan, objektif.Dengan kualitas sertifikasi yang baik diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja dosen dan peningkatan mutu pendidikan secara nasional.

IAIN STS Jambi yang beberapa waktu yang lalu telah melaksanakan rangkain kegiatan seleksi sertifikasi bagi dosen, dan pada hari ini Rabu 23/2/11 bertempat di Aula Rektorat IAIN STS Jambi dilaksanakan penyerahan sertifikat bagi para dosen yang lolos dalam sertifikasi tersebut yang secara simbolis diserahkan langsung oleh Rektor IAIN STS Jambi Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd Kepada Perwakilan Dosen IAIN STS Jambi Bpk. Faisal. HM dan Perwakilan dari Kopertais Wil XIII Ibu. RD. Haryanti.Dalam sambutannya, ketua panitia pelaksana Drs. Rizalman, M.Pd mengatakan bahwa Seleksi sertifikasi dosen IAIN STS Jambi yang di laksanakan oleh IAIN Ar-Raniri Banda Aceh meloloskan 99 orang dari 100 orang peserta dan dari 9 orang peserta dari Kopertais yang lolos 8 orang. Adanya yang tiadak lolos karena terkait berbagai kendala seperti kurangnya pemenuhan KUM pada bidang penelitian dan lainnya. Untuk itu diharapkan bagi dosen yang belum sertifikasi untuk tetap bersemangat dan menjalankan tugas sebagaimana biasanya, mudah-mudahan dilain waktu dapat terwujudkan, dan bagi dosen yang lolos sertifikasi diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerjannya unutk menuju dosen yang profesional dan mandiri.Semetara itu, Rektor IAIN STS Jambi Prof. Dr. H. Mukhtar, M.Pd dalam sambutannya mengatakan Sertifikasi adalah bentuk tekad dan dukungan yang kuat oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar dan tenaga fungsional atau Tenaga pendidik (Guru/Dosen) dan tenaga kependidikan (Staf pendukung). Ini berkaitan dengan PP. No 66 tahun 2010 yang tagihannya adalah mewujudkan pendidikan yang bermutu, unggul dan siap menuju kompetisi yang bertarap internasional.IAIN STS Jambi selama 2 tahun ini telah meloloskan 195 orang dosen dalam sertifikasi dari 265 orang dosen tetap, sekarang tinggal 70 orang dosen yang belum sertifikasi terkendala oleh berbagai hal seperti: masih dalam tahap penyelesai studi S2, terlambat penyelesaian S2, keterbatasan usia jelang pensiun dan ada juga yang sudah pasrah” dan lainnya. Ini selalu kita lakukan penyemangatan, penyegaran agar semua dosen dilingkungan IAIN STS Jambi dapat disertifikasi.Penomena yang menarik yang terjadi di dunia kademis, tidak hanya di IAIN tetapi juga di perguruan tinggi lainnya saat ini adalah terjadinya pergeseran profesi. Sedang sertifikasi ini adalah upaya pemerintah agar pergeseran Profesi ini tidak terjadi. Ada istilah “Radikal Bebas” kalau di ilmu tubuh, radikal bebas ini adalah Toksinasi (racun) yang akan merusak tatanan sistem tubuh yang mengkonsumsinya, yang akan berakibat pada penyumbatan salunan cerna, saluran darah yang mengalir kebagiabagian tubuh. Toksin ini didapat dari apa yang masuk kedalam tubuh, seperti makanan yang tidak sehat, makanan yang berdebu dipnggiran jalan atau kaki lima yang kehegenisannya belum terjamin. Dikaitan dengan dunia akdemis, radikal bebas ini yang bermuatan hal-hal yang negativ, fitnah, tidak tanggungjawab terhadap tugas, serta isu kaki lima yang tidak jelas dari mana dan untuk apa  mulai merambah dikalangan civitas akademika IAIN yang akan menghambat tatanan sistem budaya akademis yang akan merusak sistem, kinerja, akuntabilitas, kredibilitas, disiplin dan lain sebagainya. Jadi, marilah kita bersama-sama dengan profesi kita ini membangun IAIN dengan baik menuju yang terbaik.Profesi dosen atau pengajar secara pikiran adalah panggilan kemulyaan, panggilan pikiran. Kutipan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Atturmizi “Allah dan para malaikat serta seisi bumi, dan lautan ikut mendo’akan manusia yang mengajarkan manusia lainnya”. Hadits ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa profesi mengajar itu adalah sangat mulia dan dilakukan haruslah dengan ikhlas,trampil, santun dan lemah lembut menngharap ridho Allah disamping ada hak yang diterima oleh kita. Tetapi tidaklah kita mengajar dengan mendahulukan pikiran kita dengan imbalan materi atau rework apa yang akan diterima setelah itu. Kalau itu yang terjadi, maka profesionalisme seorang pengajar atau dosen itu sesungguhnya belum menyentuh jiwanya. Secara perasaan profesi sebagai seorang ilmuan haruslah mengedepan sikap tanggungjawab yang tinngi terhadap tugas, memperhatikan perform sehinngamenjadi pribadi yang mempesona dan sebagainya lainnya. Jangan ada lagikejadian dosen yang jarang masuk tetapi absensinya full, inikan tidak benar, dan ini dapat dilacak sipa dosennya dan berapa kali sebenarnya dia masuk mengajar. Jadi berhati-hatilah jangan diulangi keburukan seperti ini karena semuanya akan  diketahui apalagi oleh pihak inspektorat banyak sekali temuan-temuan seperti ini dan ini akan kita tindak lanjuti sebegai teguran dan akan diberikan sanksinya.Kemudian bagi dosen yang lolos sertifikasi, tagihannya adalah meningkatkan kinerja, mulailah menulis dan perbanyak tulisan ilmiah atau buku karena kita tidak sulit untuk membuat buku IAIN sendiri telah tersediah tempat untuk menerbitkan buku-buku bapak ibu sekalian serta tingkatkan semangat mengajar sesuaikan dengan SKS yang ditetapkan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, karena bapak ibu sekalian akan selalu dipantau 2 tahun hingga maksimal 4 tahun tidak ada peningkatan yang dilakukan maka tunjangan yang diberikan kepada bapak ibu sekalian akan dicabut, karena sertifikasi adalah bagi dosen yang mampu berkompetisi dan potensial. Tagihan tersebut adalah tagihan pedagogis, tagihan kompetisi personaliti tagihan kompetisi sosila dan tagihan kompetisi profesional.

By. Humas

Additional information